Senin, 23 April 2012

Pengendalian Infeksi


PENGENDALIAN INFEKSI
A.      INFEKSI adalah invasi tubuh oleh pathogen atau mikrooraganisme yang mempu menyebakan sakit


Adanya pathogen tidak berarti infeksi akan terjadi, perkembangan infeksi dlam siklus tergantung pada elemen-elemen sebagai berikut :
1.       Agens infeksius
Mikroorganisme   :  virus, bakteri, jamur dan protozoa.
Mikroorganisme untuk menyebabkan penyakit tergantung pada :
Ø  Oerganisme dalam tubuh
Ø  Virulensi atau kemampuan untuk menyebabkan sakit
Ø  Kemampuan untuk masuk dan bertahan hidup dalam penjamu
Ø  Penjamu yang rentan

2.       Reservoir
Tempat pathogen mampu bertahan hidup tetapi dapat atau tidak berkembang biak   makanan, air, oksigen, dll.

3.       Portal keluar
Mikroorganisme menmukan tampat berkembang biak, meraka harus menemukan jalan keluar, jika mereka masuk ke penjamu lain  penyakit

4.       Cara penularan
Banyak cara penularan mikroorganisme dari reservoir ke perjamu (host)
Kontak          :  langsung, tidk langsung
Udara            :  droplet
Peralatan     :  makanan, alat
Vector          :  lalat, nyamuk dan kutu
5.       Portal masuk
Organism dapat masuk kedalam tubuh melalui rute yang sama untuk keluar.
a.       Jarum yang terkontaminasi  kekulit
b.      Aliran urine dan kateter   keuretra
c.       Kesalahan memakai balutan  luka

6.       Hospes rentan
Kerentanan bergantung pada derajat ketahanan individu terhadap pathogen.

c.       Proses infeksi
1.       Tahap inkubasi
Interval antara masuknya pathogen kedalam tubuh dan munculnya gejala pertama.
Misalnya  :  campak 2-3 minggu, pilek 1-2 hari, inflensa 1-2 hari, gondongan   2 minggus
2.       Tahap prodomal
Interval dari mulai tanda dan gejala non spesifik.
Misalnya  :  demam ringan, keletihan, seperti gejala yang spesifik  mikroorganisme bertumbuh dan berkembang biak  menyebar ke orang lain.
3.       Tahap sakit
Interval saat klien memanifesrasikan tanda dan gejala yang spesifik terhadap infeksi.
Misalnya  :  demam manifestasikan dengan sakit tenggorok.
4.       Tahap pemulihan
Interval saat munculnya gejala akut infeksi sampai dengan hilangnya gejala.

d.      Tanda – tanda implamasi
Merah                                  à           rubor
Panas                                    à           color
Nyeri                                     à           dolor
Bengkak                               à           tumor
Fungsi terganggu             à           fangtio lease

Tanda- tanda infeksi
Tanda imflamasi  +  panas meningkat
-          Neri hebat

e.      Peranan professional pengendalian infeksi
1.       Member pendidikan mengenai pencegahan ( pengendalian infeksi pada staf )
2.       Membuat dan meninjau ulang kebijkan dan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi
3.       Merekomendasikan prosedur isolasi yang tepat
4.       Menyaring catatan clien terhadap infeksi yang didapat dari komunitas
5.       Konsultasi dengan pekerjaan depkes mengenai rekomendasi untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran infeksi antara personel
6.       Kumpulan statistic mengenai epidemiologi infeksi nosokomial
7.       Beritahu depkes masyarakat tentang insiden penyakit menular
8.       Rundingkan dengan semua departemen di RS  untuk menyelidiki  kejadian atau kelompok infeksi yang tidak lazim terjadi.
9.       Identifikasi masalah control infeksi pada peralatan
10.   Pantau organism yang tahan antibiotic dalam institusi

f.        Pencegahan dan pengendalian infeksi untuk petugas RS
1.       Rencana control paparan
Institusi harus memiliki control paparan yang dirancang untuk mengeliminasi atau meminimalkan paparan terhadap pegawai  à kapan harus menggunakan peralatan perlindungan.
2.       Pemenuhan tindakan pencegahan standar pegawai harus melaksanakan tindakan pencegahan untuk mencegah kontak dengan darah atau materi infeksius selama perawatan terhadap klien.
3.       Housekeeping.
Tempat kerja harus terpelihara dalam kondisi bersih dan sehat. Pembersihan rutin dan prosdur dekontaminasi harus ditetapkan
4.       Resiko tinggi terpapar
Jika bekerja perawatan kesehatan terpapar secara parenteral ( stile jarum ) à kecelakaan tesebut harus segera dilaporkan à HIV dan hepatitis B à kritis
5.       Pelatihan
Pimpinan harus memasukan bahwa semua pegawai yang beresiko terpapar di tempat kerja yang beresiko terpapar ditempat kerja dalam program pelatihan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;