Senin, 23 April 2012

Diabetes Melitus


DIABETES MELLITUS
Bertujuan Menyelesaikan makanan dengan kesanggupan tubuh untuk menggunakannya, agar penderita mencapai keadaan faali normal dan dapat melakukan pekerjaan sehari – hari seperti biasa.
Syarat – syarat
1.       Jumlah kalori ditentukan menurut umur, jenis kelamin , berat badan dan tinggi badan , aktivitas, suhu tubuh, kelainan metabolic.
2.       Jumlah hidrat arang disesuaikan dengan kesanggupan tubuh untuk menggunakannya; gula murni tidak diperbolehkan
3.       Makanan cukup prtein mineral dan vitamin.
4.       Pemberian makan an disesuaikan dengan macam obat yang diberikan.
Macam – macam dan indikasi pemberian
Diit I s.d III           :  diberikan pada penderita yang  terlalu gemuk
Diit IV s.d V         :  diberikan kepada penderita yang mempunyai berat badan normal
Diit VI s.d VIII     :  diberikan kepada penderita kurus , diabetes remaja ( juvenile diabetes ) atau diabetes dengan komplikasi.



DIET TINGGI SERAT
Bertujuan Merangsang peristaltic usus agar defekasi dapat normal kembali
Syarat – syarat
1.       Cukup kalori dan protein
2.       Tinggi vitamin dan thiamin dan lain-lain vitamin B kompleks dan mineral untuk memelihara kekuatan otot saluran pencerna.
3.       Banyak cairan 2-2½ liter sehari untuk memperlancar defekasi, minum sebelum makan dapat merangsang peristaltic.
4.       Tinggi serat dan bahan makanan yang dapat merangsang peritaltik usus.
Indikasi Pemberian
Diet tinggi serat diberikan kepada obstipasi dan penyakit dipertikular
DIET PADA PENYAKIT HATI
Bertujuan Memberikan makanan secukupnya guna mempercepat perbaikan faal hati tanpa memberatkan pekerjaannya.
SYARAT- SYARAT
1.       Kalori tinggi , hidrat arang tinggi, lemak sedang dan protein disesuaikan dengan tingkat keadaan klinik penderita. Diit deberikan secara berangsur – angsur, disesuaikan dengan nafsu makan dan toleransi penderita terhadap protein
2.       Cukup mineral dan protein
3.       Garam rendah bila ada retensi garam / air, cairan dibatasi bila ada ascites hebat.
4.       Mudah cerna dan tidak merangsang.
5.       Bahan makanan yang menimbulkan gas dihindarkan.



MACAM – MACAM DIIT
Diit hati I
Diberikan kepada penderita chirhosis hepatis berat dan hepatis infeksiosa akut dalam keadaan prekomaatau segera sesudah penderita dapat makan kembali. Pemberian sumber protein sedapat mungkin dihindarkan. Makanannya berupa cairan yang mengandung hidrat arang sederhana seperti sari buah, sirop dan the manis.
Diet hati II
Diberikan bila keadaan akut dan prekoma sudah dapat diatasi dan penderita sudah mulai mampunyai nafsu makan. Makanannya dalam bentuk cincang atau lemak . pemberian protein dibatasi ( 30 g sehari ) dan lemak diberikan dalam bentuk mudah cerna.
Diie hati III
Diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet hati II atau kepada penderita yan nafsu makannya cukup. Makanan yang diberikan dalam bentuk lunak atau biasa, protein yang diberikan 1 g/kg berat badan. Lemak sedang dalam bentuk mudah cerna.
Diit hati IV
Diberikan sebagai makanan perpindahan dari diit hati III atau kepada penderita hepatitis yang nafsu makannya telah baik, telah dapat menerima protein dan tidak menunjukan gejala cirrhosis hepatis aktif. Makanan yang diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Yang tinggi protein, hidrat arang, lemak cukp vitamin dan mineral cukup.

DIIT PADA PENYAKIT KANTONG EMPEDU
Tujuan
1.       Mamberi  istirahat pada kantong empedu dan mengurangi rasa sakit
2.       Member makanan dan minuman secukupnya untuk memelihara berat badan normal dan keseimbangan cairan tubuh.
Syarat – syarat
1.       Lemak rendah untuk mengurangi kontraksi kantong empedu, lemak diberikan dalam bentuk mudah cerna.
2.       Kalori protein dan hidrat arang cukup. Bila terlalu gemuk jumlah kalori dikurangi
3.       Vitamin tinggi terutama vitamin yang larut dalam lemak
4.       Mineral cukup
5.       Cairan tinggi untuk membantu pengeluaran kuman-kuman atau sisa-sisa metabolisma dan mencegah dehidrasi.
6.       Makan tidak merangsang dan diberikan dalam persi kecil tetapi sering untuk mengurangi rasa kembung.


MACAM – MACAM DAN INDIKASI PEMBERIAN
diit rendah lemak I
diberikan kepada penderita cholecytitis dan cholelithiasis dengan kolik akut makanan diberikan berupa buah-buahan dan minum-minuman manis. Makanan ini rendah dalam kalori dan semua zat- zat kecuali vitamin A dan C dan sebaiknya diberikan hanya 2-3 hari saja.


Diit rendah lemak II
Diberikan secara berangsur bila keadaan akut bias diatasi dan perasaan mual sudah berkurang atau kepada penyakit kantong empedu kronis yang terlalu gemuk. Makanan yang diberikan dalam bentuk cincang , lunak atau biasa. Makanan ini rendah dalam kalori dan kalsium.
Diit rendah lemak III
Diberikan padan penderita penyekit kantong empedu yang tidak gemuk dan cukupmempunyai nafsu makan . makanan yang diberikan dalam bentuk lunak atau biasa makanan ini cukup dalam klaori dan semua zat-zat gizi.

DIIT PADA PENYAKIT LAMBUNG
BERTUJUAN mamberi makanan yang adekwat, tidak merangsang, dapat mengurangi pengeluaran cairan lambung dan dapat menetralkan kelebihan asam lambung.
Prinsip – prinsipnya
1.        Mudah dicerna, makanan porsi kecil dan diberikan sering
2.       Protein cukup untuk mengganti jaringan yang rusak
3.       Tidak merangsang secara mekanis, termis maupn kimia
4.       Mkanan secara berangsur harus memenuhi kebutukan gizi normal

Indikasi Pemberian
Diet lambung diberikan kepada penderita ulcus pepticum, oesophagitis, gastritis, tukak colon, typus abdonimalis dan sesudah operasi saluran pencernaan.
Macam – macam
diet lambung I
diberikan kepada penderita ulcus pepticum akut, ulcus pepticum dengan pendarahan, oesophagitis dan gastritis akut serta penderita typus abdonimalis berat. Makanan yang diberikan berupa susu dan bubur hanya diberikan selama 2 hari karena membosankan dan sangat kurang kalori, besi, thiamin dan vitamin C. makanan diberikan dalam porsi kecil tiap 3 jam.

Diet lambung II
Diberikan sebagai perpindahan diit lambung I setelah fase akut dapat diatasi, pada typhus abdonimalis dengan suhu tubuh tinggi dan sesudah operasi saluran pencernaan tertentu. Makanannya berbebtuk saring atau cincang tiap 3 jam.

Diet lambung III
Diberikan sbagai perpindahan diit lambung II atau kepada penderita ulcus pepticum ringan, penderita typhus abdonimalis yang suhu tubuhnya sudah kembali normal. Makanan berbentuk lunak, diberikan 6 kali sehari dalam porsi kecil

Diit lambung IV
Diberikan kepada makanan perpindahan dari diit lambung III atau kepada penderita ulcus pepticum ringan, gastritis ringan, oesophagitis ringan serta thypus abdonimalis yang hamper sembuh. Makanannya dalam bentuk lunak dan biasa, tergantung toleransi penderita. Makanan ini cukup kalori dan semua zat-zat gizi

DIIT RENDAH SISA
BERTUJUAN memberikan makan secukupnya yang sedikit mungkin merangsang alat pencernaandan sedikit mungkin meninggalkan sisa.

Prinsipnya
Makanan hendaknya mudah cerna, tidak merangsang baik secara mekanis, thermis maupun kimia dengan jalan :
Menghindarkan makanan tinggi serat
Menghindarkan makanan terlalu panas dan terlalu dingin
Menghindarkan makanan tinggi lemak, terlalu manis, terlalu asam dan terlalu berbumbu
Memasak makanan hingga lunak

MACAM- MACAM

Diit rendah sisa I
Makanan yang diberikan dalam bentuk saring . makanan yang mengandung banyak serat sama sekali tidak diperbolehkan, begitupun bumbu. Lemak dan gula diberikan dalam jumlah terbatas bila penderita tahan ; susu tidak diperbolehkan. Makanan ini diberikan selama beberapa hari saja karena rendah kalori, protein, kalsium, besi, thiamin dan vitamin C.

Diit rendah sisa II
Diberikan sebagai makanan perpindahan dari diit rendah sisa I atau kepada penderita diare kronis. Makanannya dalam bentuk cincang atau lunak. Makanan mengandung serat diperbolehkan dalam jumlah terbatas, begitupun lemak dan gula, bumbu-bumbu yang merangsang tidak diperbolehkan. Makanan ini cukup kalori dan zat-zat gizi.

 ANOREKSIA NERVOSA
Penolakan secara sadar terhadap makanan
Perasaan takut luar biasa akan kenaikan berat badan/ gemuk
Gangguan pada cara seseoang tentang berat badan yang merasa gemuk walaupun sudah kurus


BULIMIA
Makanan yang berlebihan diikuti dengan cara memuntahkan makanan sendiri, berpuasa dengan menggunakan obat pencahar/ diuretic

PERBEDAANNYA

KARAKTERISTIK
ANEROKSIA NERVOSA
BULIMIA
1.

2.



3.

4.


5.


6.

7.
Usia ( th )

Sikap terhadap pengobatan


Berat Badan

Metabolic


Gastrointestinal


Kardiovaskuler

muskuleskeletal
12 s.d 30 → puncak 13-14 & 17-18
Menyangkal terhadap satu masalah


25% atau lebih dibawah BB umum atau diinginkan.
Ketidak mampuan untuk mempertahankan suhu tubuh pada tekanan panas/ dingin.
Penurunan pengosongan lambung, konstipasi, peningkatan exym hepar.
Bradikardia, hipotensi
Penurunan dentitas tulang → derajat kurangnya berat badan
17-18

Sering sangat rahasia terhadap perilaku bulimia, tapisenang menerima bantuan ketika masalah diakui.
Hanya sedikit dibawah BB

Menstruasi tidak teratur <20% amenore.

Pembesaran kelenjar parotis


Keracunan : takikardia, kel. jantung

0 komentar:

Posting Komentar

 
;